<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Alfalahganteng's Weblog &#187; Siraman Rohani</title>
	<atom:link href="http://azmialfalah.wordpress.com/category/siraman-rohani/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://azmialfalah.wordpress.com</link>
	<description>Bukan Sekedar Blog Biasa</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Nov 2009 04:35:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='azmialfalah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9c153286d8bad48c4d73c1a929cfe9e0?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Alfalahganteng's Weblog &#187; Siraman Rohani</title>
		<link>http://azmialfalah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://azmialfalah.wordpress.com/osd.xml" title="Alfalahganteng&#8217;s Weblog" />
		<item>
		<title>Jangan Tunda Jemput Ampunan Allah</title>
		<link>http://azmialfalah.wordpress.com/2009/11/08/jangan-tunda-jemput-ampunan-allah/</link>
		<comments>http://azmialfalah.wordpress.com/2009/11/08/jangan-tunda-jemput-ampunan-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 16:04:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfalahganteng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Siraman Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azmialfalah.wordpress.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Melakukan perbuatan dengan tergesa-gesa seringkali hasilnya tidak maksimal, sehingga tidak dianjurkan untuk itu. Namun dalam hal beribadah, melakukan dengan ketergesaan hukumnya wajib. Di sini tidak berlaku pepatah ‘ketenangan adalah kebahagiaan dan ketergesaan adalah penyesalan’.
Ketergesaan dalam menjemput ampunan Allah dan berbuat baik kepada umat manusia justru merupakan sebuah kewajiban. Itulah sebabnya melaksanakan salat diutamakan tepat pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmialfalah.wordpress.com&blog=3796422&post=222&subd=azmialfalah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Melakukan perbuatan dengan tergesa-gesa seringkali hasilnya tidak maksimal, sehingga tidak dianjurkan untuk itu. Namun dalam hal beribadah, melakukan dengan ketergesaan hukumnya wajib. Di sini tidak berlaku pepatah ‘ketenangan adalah kebahagiaan dan ketergesaan adalah penyesalan’.</p>
<p>Ketergesaan dalam menjemput ampunan Allah dan berbuat baik kepada umat manusia justru merupakan sebuah kewajiban. Itulah sebabnya melaksanakan salat diutamakan tepat pada waktunya.</p>
<p>Pada hakekatnya, umat Islam diwajibkan untuk menyambut ampunan, menyambut surga dan menyambut seruan Allah SWT dengan segera. Lebih cepat lebih baik. Jangan sampai kedatangan liang lahat lebih cepat daripada menyegerakan menjemput ampunan Allah. Kita akan menjadi orang yang celaka selamanya.</p>
<p>Tindakan yang menyegerakan menjemput ampunan Allah akan berujung pada kebahagiaan, kenikmatan tiada tara, dan kepuasan lahir batin. Hidup akan lebih tenang, karena merasa dilindungi oleh Allah SWT, dijauhkan dari beban yang memberatkan, dan disukai oleh sesama manusia. Ini akan membuat hidup seolah kekal selamanya.</p>
<p>Nabi Muhammad SAW juga menyerukan agar umatnya menyambut dengan gegap gempita setiap panggilan Allah SWT. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah, nabi bersabda : Bersegeralah kalian dalam amal shalih karena akan terjadi fitnah seperti sepotong malam yang gelap gulita, seorang laki-laki beriman di pagi hari, menjadi kafir di sore hari, dan seorang laki-laki beriman di sore hari, menjadi kafir di pagi hari, menjual agamanya dengan kekayaan dunia.</p>
<p>Seruan ini menunjukkan betapa pentingnya menyegerakan umat Islam untuk beramala salih. Tidak harus menunggu usia bertambah. Saat ini pula kita berkewajiban melakukan kebaikan kepada sesama manusia, beribadah kepada Allah. Bersegera untuk bertaubat dari kemunkaran, juga merupakan keharusan. Jangan menunda untuk bertobat.</p>
<p>Jika hati nurani sudah memanggil kita untuk bertobat, segeralah mengambil air wudlu dan lakukan shalat. Mintalah kepada Allah petunjuk untuk tetap berada dalam bekenaran, tidak mudah tergelincir ke dalam kemunkaran lagi. Kisah seorang pemuda yang rela maju perang Uhud, untuk menjemput surga Allah, tentu bisa menjadi jawaban yang tegas bahwa menyegerakan berbuat untuk agama Allah tak akan ditunda oleh siapapun yang mengaku beriman dalam agama Islam.</p>
<p>Sumber : http://kampungtki.com/baca/2534</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azmialfalah.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azmialfalah.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azmialfalah.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azmialfalah.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azmialfalah.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azmialfalah.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azmialfalah.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azmialfalah.wordpress.com/222/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azmialfalah.wordpress.com/222/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azmialfalah.wordpress.com/222/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmialfalah.wordpress.com&blog=3796422&post=222&subd=azmialfalah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azmialfalah.wordpress.com/2009/11/08/jangan-tunda-jemput-ampunan-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2d4218d2f54f7838692331c652bb776?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfalahganteng</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEUTAMAAN RAMADHAN PERSPEKTIF</title>
		<link>http://azmialfalah.wordpress.com/2008/08/28/keutamaan-ramadhan-perspektif/</link>
		<comments>http://azmialfalah.wordpress.com/2008/08/28/keutamaan-ramadhan-perspektif/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 08:03:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfalahganteng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Siraman Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azmialfalah.wordpress.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Entah apalagi keluarbiasaan yang tersandingkan padanya karena keutamaan dan diutamakan Sang Khaliq &#8212; jelasnya hingga hari ini tak henti-hentinya berbagai macam kajian dari berbagai sudut disiplin ilmu dan para ilmuan, para shalihin, dan juga para pemikir hakikat mencoba memecahkan misteri Ramadhan begitu dimanjakannya oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Bahkan mulai dari penggelaran Ramadhan sebagai bulan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmialfalah.wordpress.com&blog=3796422&post=202&subd=azmialfalah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Entah apalagi keluarbiasaan yang tersandingkan padanya karena keutamaan dan diutamakan Sang Khaliq &#8212; jelasnya hingga hari ini tak henti-hentinya berbagai macam kajian dari berbagai sudut disiplin ilmu dan para ilmuan, para shalihin, dan juga para pemikir hakikat mencoba memecahkan misteri Ramadhan begitu dimanjakannya oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Bahkan mulai dari penggelaran Ramadhan sebagai bulan penuh berkah, bulan ampunan (maghfirah), bulan penuh rahmat, bulan kesabaran bahkan bulan saling berbagi (syahr al-muwasat) bahkan dari kajian Sigmund Freud hingga Muthahari ditemukan bahwa Ramadhan merupakan Madrasah Ruhani bagi seluruh manusia dan alam semesta (sekali lagi seluruh manusia dan alam semesta).</p>
<p>Ungkapan tersebut tidaklah berlebihan dan ataupun mungkin sebuah hiperbolik, tidak. Ini nyata!! kedahsyatan Ramadhan dan amalan yang bersentuhan dengannya benar-benar menjadi luar biasa. Salah satu indikatornya dapat kita lihat, bagaimana Tuhan kita menunjukan kepada manusia bahwa “Ramadhan bulan yang istimewa” yakni dari dengan tidak merasa cukupnya Allah memberitahukan kepada kita melalui ayat-ayat Al-Qur’an-Nya dan hadits-hadits Rasul-Nya atau dengan kauniyah-Nya saja, bahkan Allah pun memandang perlu mengeluarkan Qudsi-Nya. Oleh karena itu tepat juga, jika kita ungkapkan bahwa “tidak ada kata terlambat” untuk mencoba mengais berkah, maghfirah, rahmat dan karunia yang Allah taburkan hingga akhir masa Ramadhan.</p>
<p>Perspektif efektivitas hukum (enforcement of law) dari segi kesadaran masyarakat (hukum), terutama pada sisi terjadinya mutasi/regresi pola tindak pola laku masyarakat yang berkaitan dengan ajegnya hukum/aturan ditemukan realita yang fenomenal sekali, tatkala Islam mensyari’atkan/mengatur umat muslim tentang peribadatan puasa dan amaliyah-amaliyah lainnya di bulan Ramadhan. Syari’at Islam, diusianya yang ke-1310 ini masih begitu efektif dan begitu ampuh mengatur umat muslim hingga bahkan lebih ekstrem lagi syari’at Islam berhasil mendesain hidup dan kehidupan manusia sehingga terkondisikan dengan ritualitas Ramadhan yang diatur-Nya.</p>
<p>Bagaimana tidak! seluruh manusia di belahan dunia ini (tidak terkecuali non-muslim) telah terkondisikan atau paling tidak menyesuaikan dengan aktivitas-aktivitas peng-khidmatan bulan Ramadhan. Di Indonesia, sesaat setelah Menteri Agama RI mengumumkan Penetapan 1 Ramadhan di televisi, maka sejak itu pula seluruh aspek hidup dan kehidupan manusia Indonesia berubah 180 derajat dari realitas sebelumnya. Tidak hanya aktivitas perkantoran yang memang sudah formil, Munculnya idiom-idiom khas Ramadhan, misal THR, mudik, bahkan dikehidupan masyarakat lainnya yang tidak formal pun mengalami perubahan. Misal di dunia entertainment (pertunjukan), perubahan performent/penampilan para pelakunya (artis/selebritis) begitu mencolok. Pra-Ramadhan kita sering melihat tampilan selebritis dan disuguhkan dengan tayangan televisi yang membikin kita elus-elus dada dan mengernyitkan dahi sambil menggelengkan kepala &#8212; pertanda sungguh tidak berkenan di-catagoris imperatif dan norma kita. Namun sesaat setelah Ramadhan masuk, spontanitas seluruh tampilan seronok dan tayangan vulgar di televisi berubah/bermutasi menjadi sebuah sajian dan tampilan yang Islami, penuh dedikasi, basah dengan pesan religi dan bertabur hikmah.</p>
<p>Realitas tersebut menunjukan pada kita semua (baca : manusia modern), agar menjadi yakin bahwa itu merupakan salah satu dari sekian banyak hikmah dan keutamaan Ramadhan. Meski masih saja ada apologi kesombongan kita bahwa itu semua bukan merupakan pure kesadaran hukum masyarakat. Namun jika kita kembalikan pada plat-form pemikiran manusia modern yang harus objektif dan selaras dengan metode ilmiah. Fenomena ramadhan tersebut telah menunjukan bahwa syari’at Islam tentang ramadhan dan amaliyah didalamnya telah memenuhi matra-matra dari enforcement of law dan itu artinya Syari’at Islam telah beraku efektif dan sekaligus terejawantahkan bahwa eksistensi syari’at Islam menjadi rahmatan lil ‘alamin. Berkah-berkah yang ditaburkan, hikmah-hikmah yang dipancarkan tidak hanya ternikmati oleh kaum muslimin saja tetapi seluruh umat manusia di dunia.</p>
<p>Akhirnya, mudah-mudahan itu semua dapat membuka pintu kesadaran kita dari hal-hal yang munkin kecil namun akan menambah kadar keyakinan kita sehingga pada gilirannya peribadatan kita pentakdiman kita pada Sang Khaliq tidak gamang. Sebagaimana semangat para pesuluk yang senantiasa tiada henti mencari-Nya hingga akhir masa yang disediakan dan “tak ada kata terlambat”.</p>
<p>Sumber:  <a href="//www.badilag.net/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=650&amp;Itemid=260”"> www.badilag.net</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/azmialfalah.wordpress.com/202/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/azmialfalah.wordpress.com/202/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azmialfalah.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azmialfalah.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azmialfalah.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azmialfalah.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azmialfalah.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azmialfalah.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azmialfalah.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azmialfalah.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azmialfalah.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azmialfalah.wordpress.com/202/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmialfalah.wordpress.com&blog=3796422&post=202&subd=azmialfalah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azmialfalah.wordpress.com/2008/08/28/keutamaan-ramadhan-perspektif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2d4218d2f54f7838692331c652bb776?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfalahganteng</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tujuh Wasiat Rasulullah</title>
		<link>http://azmialfalah.wordpress.com/2008/08/01/tujuh-wasiat-rasulullah/</link>
		<comments>http://azmialfalah.wordpress.com/2008/08/01/tujuh-wasiat-rasulullah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 09:09:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfalahganteng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Siraman Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azmialfalah.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[“Dari Abu Dzar ia berkata; “Kekasihku (Rasulullah SAW) berwasiat kepadaku dengan tujuh hal: (1) supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, (2) beliau memerintahku agar aku melihat orang-orang yang di bawahku dan tidak melihat orang yang berada di atasku, (3) beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahim dengan karib kerabat meski mereka berlaku kasar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmialfalah.wordpress.com&blog=3796422&post=170&subd=azmialfalah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>“Dari Abu Dzar ia berkata; “Kekasihku (Rasulullah SAW) berwasiat kepadaku dengan tujuh hal: (1) supaya aku mencintai orang-orang miskin dan dekat dengan mereka, (2) beliau memerintahku agar aku melihat orang-orang yang di bawahku dan tidak melihat orang yang berada di atasku, (3) beliau memerintahkan agar aku menyambung silaturahim dengan karib kerabat meski mereka berlaku kasar kepadaku, (4) aku diperintahkan agar memperbanyak ucapan La haula walaa quwwata illa billah, (5) aku diperintahkan untuk mengatakan kebenaran meskipun pahit, (6) beliau berwasiat agar aku tidak takut celaan orang yang mencela dalam berdakwah kepada Allah, (7) belaiu melarang aku agar aku tidak meminta-minta sesuatu kepada manusia” (Riwayat Ahmad).</p>
<p>Meski wasiat ini disampaikan kepada Abu Dzar RA, namun hakikatnya untuk kaum Muslimin secara umum. Sebagaimana kaidah: (Al-Khitobu li’umuumil-lafdzi, walaisa min khususil asbab).</p>
<p><strong>Wasiat pertama</strong>, mencintai orang miskin.</p>
<p>Islam menganjurkan umatnya agar berlaku tawadhu’ (berendah hati)  terhadap orang-orang miskin, menolong dan membantu kesulitan mereka. Demikianlah yang dicontohkan para sahabat di antaranya Umar bin Khaththab Radhiallahu anhu (RA) yang terkenal sangat merakyat, Khalifah Abu Bakar yang terkenal dengan sedekah “pikulan”nya, Utsman bin Affan dengan kedermawanannya.</p>
<p>Cintailah dan kasihanilah orang-orang miskin, sebab hidup mereka tidak cukup, diabaikan masyarakat dan tidak diperhatikan.  Orang yang mencintai fuqara’ dan masakin dari kaum Muslimin, terutama mereka yang mendirikan shalat, dan taat kepada Allah, maka mereka akan dibela Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) di dunia dan pada hari kiamat.</p>
<p>Sebagaimana sabda Rasulullah, “Barangsiapa yang menghilangkan satu kesusahan dunia dari seorang Muslim, Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di hari kiamat. Dan barangsiapa yang memudahkan kesulitan orang yang dililit hutang, Allah akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat” (Riwayat Muslim).</p>
<p>Juga sabda beliau, “Orang yang membiayai kehidupan para janda dan orang-orang miskin bagaikan orang yang jihad fi sabilillah…..” (Riwayat Bukhari). Dalam riwayat lain seperti mendapatkan pahala shalat dan puasa secara terus menerus….</p>
<p><strong>Wasiat kedua</strong>, melihat orang yang lebih rendah kedudukannya dalam hal materi dunia.</p>
<p>Rasulullah memerintahkan agar kita melihat orang-orang yang berada di bawah kita dalam masalah dunia dan mata pencaharian. Tujuannya, tiada lain agar kita selalu bersyukur dengan nikmat Allah yang ada. Selalu qona’ah (merasa cukup dengan apa yang Allah karuniakan kepada kita), tidak serakah, tidak pula iri dengki dengan kenikmatan orang lain.</p>
<p>Memang rata-rata penyakit manusia selalu melihat ke atas dalam hal harta, kedudukan, dan jabatan. Selama manusia hidup ia selalu merasa kurang dan kurang. Baru merasa cukup manakala mulutnya tersumpal tanah kuburan.</p>
<p>“Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan janganlah melihat orang yang ada di atasmu, karena hal demikian lebih patut agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu.” (Riwaat Muttafaqun ‘alaihi).</p>
<p>Sebaliknya dalam masalah agama, ibadah dan ketakwaan, seharusnya kita melihat orang-orang yang di atas kita, yaitu para Nabi, sahabat, orang-orang yang jujur, para syuhada’, para ulama’ dan salafus-shalih.</p>
<p><strong>Wasiat ketiga</strong>, menyambung silaturahim kepada kaum kerabat</p>
<p>Silaturahim adalah ungkapan mengenai berbuat baik kepada karib kerabat karena hubungan nasab (keturunan) atau karena perkawinan. Yaitu silaturahim kepada orang tua, kakak, adik, paman, keponakan yang masih memiliki hubungan kekerabatan. Berbuat baik dan lemah lembut kepada mereka, menyayangi, memperhatikan  dan membantu mereka.</p>
<p>Dengan silaturahim, Allah memberikan banyak manfaat. Di antaranya, menjalankan perintah Allah dan rasul-Nya, dengannya akan menumbuhkan sikap saling membantu dan mengetahui keadaan masing-masing. Silaturahmi pula akan memberikan kelapangan rezeki dan umur yang panjang. Sebaliknya bagi yang mengabaikan silaturahim Allah sempitkan hartanya dan tidak memberikan berkah pada umurnya, bahkan Allah tidak memasukkannya ke dalam surga.</p>
<p>Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menyambung silaturahmi” (Riwayat Bukhari).</p>
<p><strong>Wasiyat keempat</strong>, memperbanyak ucapan ‘La haula walaa quwwata illa bilLah’</p>
<p>Rasulullah memerintahkan memperbanyak ucapan La haula walaa quwwata illa bilLah’ agar kita berlepas diri dari merasa tidak mampu. Kita serahkan semuanya kepada Allah. Makna kalimat ini juga sebagai sikap tawakkal, hanya kepada Allah kita menyembah dan hanya kepada-Nya pula kita memohon pertolongan.</p>
<p>Pada hakekatnya seorang hamba tidak memiliki daya-upaya apapun kecuali dengan pertolongan Allah. Seorang penuntut ilmu tidak bisa duduk di majelis ilmu melainkan dengan pertolongan Allah. Demikian juga seorang guru tidak mungkin bisa mengajarkan ilmu yang manfaat kepada muridnya melainkan dengan pertolongan Allah.</p>
<p>Nabi bersabda :</p>
<p>“Ya Abdullah bin Qois, maukah aku tunjukkan kepadamu atas perbendaharaan dari perbendaharaan surga? (yaitu) ‘La haula walaa quwwata illa billah’ (Riwayat  Muttafaqun ‘Alaih).</p>
<p><strong>Wasiyat kelima</strong>, berani mengatakan kebenaran meskipun pahit</p>
<p>Kebanyakan orang hanya asal bapak senang (ABS), menjilat agar mendapat simpati dengan mengorbankan kebenaran dan kejujuran. Getirnya kebenaran tidak boleh mencegah kita untuk tidak mengucapkannya, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Apabila sesuatu itu sudah jelas sebagai sesuatu yang haram, bid’ah, munkar, batil, dan syirik, maka jangan sampai kita takut menerangkannya.</p>
<p>Sesungguhnya jihad yang paling utama ialah mengatakan kalimat kebenaran (haq) kepada penguasa yang zalim.  Bukan dengan cara menghujat aib mereka di mimbar-mimbar, tidak dengan aksi orasi, demonstrasi, dan provokasi.</p>
<p>“Barangsiapa yang ingin menasehati penguasa, janganlah ia tampakkan dengan terang-terangan. Hendaklah ia pegang tangannya lalu menyendiri dengannya. Kalau penguasa itu mau mendengar nasehat itu, maka itu yang terbaik. Dan apabila penguasa itu enggan, maka ia sungguh telah melaksanakan kewajiban amanah yang dibebankan kepadanya” (Riwayat Ahmad)</p>
<p><strong>Wasiyat keenam</strong>, tidak takut celaan dalam berdakwah.</p>
<p>Betapa berat resiko dakwah yang Rasulullah dan sahabat alami. Mereka harus menderita karena mendapat celaan, ejekan, fitnah, boikot. Juga pengejaran, lemparan kotoran, dimusuhi, diteror, dan dibunuh.</p>
<p>Manusia yang sakit hatinya kadang-kadang tidak mau menerima dengan penjelasan dakwah, maka para pendakwah harus sabar menyampaikan dengan ilmu dan hikmah. Jika dai mendapat penolakan dan cercaan jangan sampai mundur. Maka para penyeru tauhid, penyeru kebenaran jangan berhenti hanya dengan di cerca.</p>
<p>“(Yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan tidak merasa takut dengan siapapun selain Allah. Dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan” (Al-Ahzab [33]: 39).</p>
<p><strong>Wasiat ketujuh</strong>, tidak suka meminta-minta sesuatu kepada orang lain.</p>
<p>Orang yang dicintai Allah, Rasul dan manusia, adalah mereka yang tidak meminta-minta. Seorang Muslim harus berusaha makan dari hasil jerih payah tangannya sendiri. Seorang Muslim harus berusaha memenuhi hajat hidupnya sendiri dan tidak boleh selalu mengharapkan belas kasihan orang.</p>
<p>“Sungguh, seseorang dari kalian mengambil tali, lalu membawa seikat kayu bakar di punggungnya, kemudian ia menjualnya, sehingga dengannya Allah menjaga kehormatannya. Itu lebih baik baginya daripada meminta-minta kepada manusia. Mereka bisa memberi atau tidak memberi” (Riwayat Bukhori).</p>
<p>Demikianlah 7 wasiat Rasulullah SAW. Semoga kita bisa menunaikannya.</p>
<p>Sumber : <a href="//hidayatullah.co.id/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=6904&amp;Itemid=76">www.hidayatullah.com</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/azmialfalah.wordpress.com/170/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/azmialfalah.wordpress.com/170/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azmialfalah.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azmialfalah.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azmialfalah.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azmialfalah.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azmialfalah.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azmialfalah.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azmialfalah.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azmialfalah.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azmialfalah.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azmialfalah.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmialfalah.wordpress.com&blog=3796422&post=170&subd=azmialfalah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azmialfalah.wordpress.com/2008/08/01/tujuh-wasiat-rasulullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2d4218d2f54f7838692331c652bb776?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfalahganteng</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENUTUP RAMBUT BAGI WANITA</title>
		<link>http://azmialfalah.wordpress.com/2008/07/27/menutup-rambut-bagi-wanita/</link>
		<comments>http://azmialfalah.wordpress.com/2008/07/27/menutup-rambut-bagi-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jul 2008 11:49:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfalahganteng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Siraman Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azmialfalah.wordpress.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[Dr. Yusuf Al-Qardhawi
Telah menjadi suatu ijma&#8217; bagi kaum Muslimin di semua negara
dan  di  setiap  masa  pada  semua  golongan  fuqaha, ulama,
ahli-ahli hadis dan ahli tasawuf, bahwa  rambut  wanita  itu
termasuk perhiasan yang wajib ditutup, tidak boleh dibuka di
hadapan orang yang bukan muhrimnya.
Adapun sanad  dan  dalil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmialfalah.wordpress.com&blog=3796422&post=148&subd=azmialfalah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dr. Yusuf Al-Qardhawi</p>
<p>Telah menjadi suatu ijma&#8217; bagi kaum Muslimin di semua negara<br />
dan  di  setiap  masa  pada  semua  golongan  fuqaha, ulama,<br />
ahli-ahli hadis dan ahli tasawuf, bahwa  rambut  wanita  itu<br />
termasuk perhiasan yang wajib ditutup, tidak boleh dibuka di<br />
hadapan orang yang bukan muhrimnya.</p>
<p>Adapun sanad  dan  dalil  dari  ijma&#8217;  tersebut  ialah  ayat<br />
Al-Qur&#8217;an:</p>
<p>     &#8220;Katakanlah kepada wanita yang beriman, &#8216;Hendaklah<br />
     mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya,<br />
     dan janganlah menampakkan  perhiasannya, kecuali<br />
     yang (biasa) tampak darinya. Dan hendaklah mereka<br />
     menutupkan kain kerudung ke dadanya, &#8230;&#8221;<br />
    (Q.s. An-Nuur: 31).</p>
<p>Maka,  berdasarkan  ayat  di atas, Allah swt. telah melarang<br />
bagi  wanita  Mukminat  untuk  memperlihatkan  perhiasannya.<br />
Kecuali  yang  lahir  (biasa  tampak). Di antara para ulama,<br />
baik dahulu maupun sekarang, tidak ada yang mengatakan bahwa<br />
rambut  wanita  itu  termasuk  hal-hal  yang  lahir;  bahkan<br />
ulama-ulama yang  berpandangan  luas,  hal  itu  digolongkan<br />
perhiasan yang tidak tampak.</p>
<p>Dalam  tafsirnya,  Al-Qurthubi mengatakan, &#8220;Allah swt. telah<br />
melarang kepada kaum  wanita,  agar  dia  tidak  menampakkan<br />
perhiasannya   (keindahannya),  kecuali  kepada  orang-orang<br />
tertentu; atau perhiasan yang biasa tampak.&#8221;</p>
<p>Ibnu Mas&#8217;ud berkata, &#8220;Perhiasan yang  lahir  (biasa  tampak)<br />
ialah   pakaian.&#8221;  Ditambahkan  oleh  Ibnu  Jubair,  &#8220;Wajah&#8221;<br />
Ditambah pula oleh Sa&#8217;id Ibnu Jubair dan  Al-Auzai,  &#8220;Wajah,<br />
kedua tangan dan pakaian.&#8221;</p>
<p>Ibnu  Abbas,  Qatadah  dan Al-Masuri Ibnu Makhramah berkata,<br />
&#8220;Perhiasan (keindahan) yang lahir itu ialah celak, perhiasan<br />
dan cincin termasuk dibolehkan (mubah).&#8221;</p>
<p>Ibnu Atiyah berkata, &#8220;Yang jelas bagi saya ialah yang sesuai<br />
dengan arti ayat tersebut, bahwa wanita diperintahkan  untuk<br />
tidak  menampakkan  dirinya dalam keadaan berhias yang indah<br />
dan supaya berusaha  menutupi  hal  itu.  Perkecualian  pada<br />
bagian-bagian  yang  kiranya berat untuk menutupinya, karena<br />
darurat dan sukar, misalnya wajah dan tangan.&#8221;</p>
<p>Berkata Al-Qurthubi, &#8220;Pandangan Ibnu  Atiyah  tersebut  baik<br />
sekali, karena biasanya wajah dan kedua tangan itu tampak di<br />
waktu biasa  dan  ketika  melakukan  amal  ibadat,  misalnya<br />
salat, ibadat haji dan sebagainya.&#8221;</p>
<p>Hal  yang  demikian  ini sesuai dengan apa yang diriwayatkan<br />
oleh Abu Daud dari Aisyah r.a. bahwa ketika Asma&#8217; binti  Abu<br />
Bakar  r.a.  bertemu dengan Rasulullah saw, ketika itu Asma&#8217;<br />
sedang  mengenakan  pakaian  tipis,  lalu  Rasulullah   saw.<br />
memalingkan muka seraya bersabda:</p>
<p>     &#8220;Wahai Asma&#8217;! Sesungguhnya, jika seorang wanita<br />
     sudah sampai masa haid, maka tidak layak lagi bagi<br />
     dirinya menampakkannya, kecuali ini &#8230;&#8221; (beliau<br />
     mengisyaratkan pada muka dan tangannya).</p>
<p>Dengan demikian, sabda Rasulullah saw. itu menunjukkan bahwa<br />
rambut  wanita   tidak   termasuk   perhiasan   yang   boleh<br />
ditampakkan, kecuali wajah dan tangan.</p>
<p>Allah  swt.  telah  memerintahkan  bagi  kaum wanita Mukmin,<br />
dalam  ayat  di  atas,  untuk  menutup  tempat-tempat   yang<br />
biasanya  terbuka  di  bagian dada. Arti Al-Khimar itu ialah<br />
&#8220;kain  untuk  menutup  kepala,&#8221;  sebagaimana   surban   bagi<br />
laki-laki,   sebagaimana  keterangan  para  ulama  dan  ahli<br />
tafsir. Hal ini (hadis  yang  menganjurkan  menutup  kepala)<br />
tidak terdapat pada hadis manapun.</p>
<p>Al-Qurthubi  berkata,  &#8220;Sebab  turunnya  ayat tersebut ialah<br />
bahwa pada masa itu kaum wanita jika menutup  kepala  dengan<br />
akhmirah  (kerudung), maka kerudung itu ditarik ke belakang,<br />
sehingga dada, leher dan telinganya  tidak  tertutup.  Maka,<br />
Allah swt. memerintahkan untuk menutup bagian mukanya, yaitu<br />
dada dan lainnya.&#8221;</p>
<p>Dalam riwayat Al-Bukhari, bahwa Aisyah r.a.  telah  berkata,<br />
&#8220;Mudah-mudahan wanita yang berhijrah itu dirahmati Allah.&#8221;</p>
<p>Ketika turun ayat tersebut, mereka segera merobek pakaiannya<br />
untuk menutupi apa yang terbuka.</p>
<p>Ketika Aisyah r.a. didatangi oleh Hafsah, kemenakannya, anak<br />
dari saudaranya yang bernama Abdurrahman r.a. dengan memakai<br />
kerudung (khamirah) yang tipis di  bagian  lehernya,  Aisyah<br />
r.a.   lalu   berkata,   &#8220;Ini   amat   tipis,   tidak  dapat<br />
menutupinya.&#8221;<br />
Sumber : <a href="//media.isnet.org”">http://media.isnet.org</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/azmialfalah.wordpress.com/148/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/azmialfalah.wordpress.com/148/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azmialfalah.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azmialfalah.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azmialfalah.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azmialfalah.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azmialfalah.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azmialfalah.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azmialfalah.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azmialfalah.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azmialfalah.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azmialfalah.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmialfalah.wordpress.com&blog=3796422&post=148&subd=azmialfalah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azmialfalah.wordpress.com/2008/07/27/menutup-rambut-bagi-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2d4218d2f54f7838692331c652bb776?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfalahganteng</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Bulan Rajab</title>
		<link>http://azmialfalah.wordpress.com/2008/07/26/tentang-bulan-rajab/</link>
		<comments>http://azmialfalah.wordpress.com/2008/07/26/tentang-bulan-rajab/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 15:52:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfalahganteng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Siraman Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azmialfalah.wordpress.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Rajab merupakan salah satu bulan Muharram yang artinya dimulyakan (Ada 4 bulan: Dzulqa&#8217;dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab). Puasa dalam bulan Rajab, sebagaimana dalam bulan-bulan mulya lainnya, hukumnya sunnah. Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda &#8220;Puasalah pada bulan-bulan haram(mulya).&#8221; (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad). Hadis lainnya adalah Riwayatnya al-Nasa&#8217;i dan Abu Dawud (dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmialfalah.wordpress.com&blog=3796422&post=132&subd=azmialfalah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bulan Rajab merupakan salah satu bulan Muharram yang artinya dimulyakan (Ada 4 bulan: Dzulqa&#8217;dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab). Puasa dalam bulan Rajab, sebagaimana dalam bulan-bulan mulya lainnya, hukumnya sunnah. Diriwayatkan dari Mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah bersabda &#8220;Puasalah pada bulan-bulan haram(mulya).&#8221; (Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad). Hadis lainnya adalah Riwayatnya al-Nasa&#8217;i dan Abu Dawud (dan disahihkan oleh Ibnu Huzaimah): &#8220;Usamah berkata pada Nabi saw, &#8216;Wahai Rasulullah, saya tak melihat Rasul melakukan puasa (sunat) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Sya&#8217;ban.&#8217; Rasul menjawab: &#8216;Bulan Sya&#8217;ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan oleh kebanyakan orang.&#8217;&#8221;</p>
<p>Menurut al-Syaukani (Naylul Authar, dalam bahasan puasa sunat) ungkapan Nabi &#8220;Bulan Sya&#8217;ban adalah bulan antara Rajab dan Ramadan yang dilupakan kebanyakan orang&#8221; itu secara implisit menunjukkan bahwa bulan Rajab juga disunnahkan melakukan puasa di dalamnya.</p>
<p>Ada beberapa hadis yang menerangkan keutamaan bulan Rajab. Seperti berikut ini:<br />
•    &#8220;Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu sorga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan.&#8221;<br />
•    Riwayat al-Thabrani dari Sa&#8217;id bin Rasyid: Barangsiapa puasa sehari di bulan Rajab maka laksana ia puasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka Jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu sorga, bila puasa 10 hari Allah akan mengabulkan semua permintaannya&#8230;..&#8221;<br />
•    &#8220;Sesugguhnya di sorga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut&#8221;.<br />
•    Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi saw berkata: &#8220;Rajab itu bulannya Allah, Sya&#8217;ban bulanku, dan Ramadan bulannya umatku.&#8221;<br />
Hadis-hadis tersebut dha&#8217;if (kurang kuat) sebagaimana ditegaskan oleh Imam Suyuthi dalam kitab al-Haawi lil Fataawi.</p>
<p>Ibnu Hajar, dalam kitabnya &#8220;Tabyinun Ujb&#8221;, menegaskan bahwa tidak ada hadis (baik sahih, hasan, maupun dha&#8217;if) yang menerangkan keutamaan puasa di bulan Rajab. Bahkan beliau meriwayatkan tindakan Sahabat Umar yang melarang menghususkan bulan Rajab dengan puasa.</p>
<p>Ditulis oleh al-Syaukani, dlm Nailul Authar, bahwa Ibnu Subki meriwayatkan dari Muhamad bin Manshur al-Sam&#8217;ani yang mengatakan bahwa tak ada hadis yang kuat yang menunjukkan kesunahan puasa Rajab secara khusus. Disebutkan juga bahwa Ibnu Umar memakruhkan puasa Rajab, sebagaimana Abu Bakar al-Tarthusi yang mengatakan bahwa puasa Rajab adalah makruh, karena tidak ada dalil yang kuat.</p>
<p>Namun demikian, sesuai pendapat al-Syaukani, bila semua hadis yang secara khusus menunjukkan keutamaan bulan Rajab dan disunahkan puasa di dalamnya kurang kuat dijadikan landasan, maka hadis-hadis yang umum (seperti yang disebut pertamakali di atas) itu cukup menjadi hujah atau landasan. Di samping itu, karena juga tak ada dalil yang kuat yang memakruhkan puasa di bulan Rajab.<br />
Sumber : <a href="http://www.pesantrenvirtual.com">www.pesantrenvirtual.com</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/azmialfalah.wordpress.com/132/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/azmialfalah.wordpress.com/132/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azmialfalah.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azmialfalah.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azmialfalah.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azmialfalah.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azmialfalah.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azmialfalah.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azmialfalah.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azmialfalah.wordpress.com/132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azmialfalah.wordpress.com/132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azmialfalah.wordpress.com/132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmialfalah.wordpress.com&blog=3796422&post=132&subd=azmialfalah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azmialfalah.wordpress.com/2008/07/26/tentang-bulan-rajab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2d4218d2f54f7838692331c652bb776?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfalahganteng</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MAKNA IMSAK</title>
		<link>http://azmialfalah.wordpress.com/2008/07/22/makna-imsak/</link>
		<comments>http://azmialfalah.wordpress.com/2008/07/22/makna-imsak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jul 2008 03:57:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfalahganteng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Siraman Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azmialfalah.wordpress.com/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Abdul Hafidz Zaid al-Kindy  

&#8220;Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian untuk berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang-orang yang bertakwa.&#8221; (Al-Baqarah:183)
Secara ringkas, ayat di atas dapat ditafsirkan bahwa Allah telah mewajibkan puasa kepada orang-orang yang beriman sebagai upaya pembersihan jiwa, pengekangan hawa nafsu dan perwujudan kehendak-Nya untuk melebihkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmialfalah.wordpress.com&blog=3796422&post=107&subd=azmialfalah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><span style="font-family:Times New Roman;">Oleh Abdul Hafidz Zaid al-Kindy <span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:10pt;"><br />
<span style="font-family:Times New Roman;">&#8220;Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian untuk berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang-orang yang bertakwa.&#8221; (Al-Baqarah:183)</p>
<p>Secara ringkas, ayat di atas dapat ditafsirkan bahwa Allah telah mewajibkan puasa kepada orang-orang yang beriman sebagai upaya pembersihan jiwa, pengekangan hawa nafsu dan perwujudan kehendak-Nya untuk melebihkan derajat manusia dari binatang yang tunduk hanya pada instink dan hawa nafsu. Berpuasa merupakan syariat yang juga telah diwajibkan atas umat terdahulu, maka kita —sebagai orang-orang yang dituju oleh ayat ini— tidak seharusnya merasa berat untuk melakukannya. Karena dengan puasa itu Allah bermaksud menanamkan ketakwaan diri dan mendidik jiwa kita.</p>
<p>Berangkat dari penafsiran di atas bahwa puasa dimaksudkan untuk membersihkan jiwa, mengekang hawa nafsu, menanamkan ketakwaan diri serta mendidik jiwa, kita akan berusaha mengurai kata al-Shiyâm dari sudut linguistiknya.</p>
<p>Apabila kita mencoba untuk melihat akar kata al-Shiyâm dalam ayat ini dengan kacamata etimologi, kita akan mendapatkan bahwa kata ini berasal dari tiga komponen huruf, yaitu Shâd, Waw dan Mîm. Dengan berpedoman pada tiga huruf inti ini, maka kata ini secara umum akan berarti &#8216;menahan diri untuk tidak melakukan suatu perbuatan&#8217;, atau dapat diungkapkan pula —dalam bahasa Arab— dengan kata &#8216;al-Imsâk&#8217;. Dengan demikian, dari sini kita dapat mengetahui bahwa kata al-Shawm dapat diartikan juga dengan al-Imsâk, karena batasan awal larangan untuk makan, minum dan melakukan hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh orang yang sedang berpuasa adalah pada suatu saat yang banyak kita kenal dengan al-Imsâk itu.</p>
<p>Datangnya agama Islam di Jazirah Arab tidak hanya memberikan dampak positif pada moral dan etika bangsa Arab yang masih terpuruk dalam kesesatan, tetapi dampak itu juga terasa sangat tajam pada perubahan makna dalam perbendaharaan kata Arab. Sebagai contoh, kata al-Zakâh. Sebelum datangnya Islam, kata ini diartikan dengan &#8217;suci&#8217;. Kemudian pada saat zakat disyariatkan dalam Islam, kata ini mulai berganti makna sebagaimana yang kita ketahui sekarang ini. Begitu juga dengan kata &#8216;al-Kâfir&#8217;, &#8216;al-shalât&#8217;, dan lain-lain. Kata al-Imsâk memang masih terpakai dalam makna aslinya, meskipun Islam telah memberikan pengertian baru baginya. Misalnya pada pemakaiannya dalam bentuk verbal, kita mendapatkan kalimat &#8220;amsik lisânak&#8221; berarti &#8216;tahan (jaga) ucapanmu!&#8217;. Tetapi arti yang seperti itu tidak lagi terlintas dalam pikiran apabila konteks pengucapannya dihubungkan dengan bulan suci Ramadan atau dengan hari-hari puasa secara umum.</p>
<p>Setelah kita mengetahui bahwa kata al-Shiyâm dalam ayat di atas secara etimologis berarti al-Imsâk (menahan), maka kita akan mencoba merenungkan kembali makna yang tersirat dari ayat tersebut. Di atas telah diungkapkan bahwa puasa adalah suatu upaya pembersihan jiwa, pengekangan hawa nafsu dan perwujudan kehendak-Nya untuk melebihkan derajat manusia dari binatang yang tunduk hanya pada instink dan hawa nafsu. Islam tidak mengenal dunia kependetaan yang bersikap tak acuh terhadap keduniaan. Tetapi Islam, sebagai agama, tentunya sudah pasti memiliki sisi-sisi kezuhudan yang mengendalikan manusia untuk tidak cinta dunia dan melakukan kemungkaran. Maka dari itu dalam surat al-Qashash:77 Allah memerintahkan kita untuk memberikan porsi yang semestinya bagi kehidupan dunia dan akhirat kita. Pemberian porsi &#8216;yang semestinya&#8217; inilah yang selalu menjadi titik lemah manusia yang telah dianugerahi dengan akal dan hawa nafsu.</p>
<p>Untuk melakukan hal itu, manusia memerlukan suatu pengorbanan yang luar biasa. Karena, hal itu berarti dia harus berusaha untuk selalu mengekang hawa nafsunya. Salah satu wujud dari pengekangan hawa nafsu yang paling nyata adalah puasa (menahan) untuk tidak melakukan segala yang diharamkan, dan bahkan beberapa hal yang dihalalkan. Tetapi memang itulah esensi puasa, yang dimaksudkan untuk mendidik jiwa agar bersabar dan bertakwa. Dan yang lebih penting dari itu semua, kita sebagai orang muslim harus merasa bahwa puasa adalah salah satu jalan Allah untuk mendidik jiwa kita agar kita bersabar, dan kita sebagai manusia harus berusaha untuk merasakan kenikmatan dalam melakukan kesabaran. Karena pada dasarnya kemurkaan Allah tidak hanya berbentuk musibah dan petaka yang bisa diindera oleh manusia. Ketiadaan rasa nikmat pada saat kita bersabar itu pun merupakan suatu petaka bagi kita.</p>
<p>Dengan bentuk lain, ungkapan di atas telah disampaikan pula oleh salah seorang nabi dari Banû Isrâ’îl. Diriwayatkan bahwa pada suatu ketika ada seorang Yahudi berkata kepada Nabi itu, &#8220;Aku tidak pernah berdzikir, tetapi mengapa Allah tidak menghukumku?&#8221; Sang Nabi menjawab, &#8220;Kamu telah dihukum oleh Allah, tetapi kamu tidak merasakan hukuman itu. Ketika Allah tidak memberimu kenikmatan dalam berdzikir kepada-Nya, maka pada saat itulah sebenarnya kamu sedang berada dalam hukuman-Nya.&#8221; Allâhumma a‘innâ ‘alâ dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibâdatika. Wallâhu a‘lam bi al-shawâb.</p>
<p><span> </span>Sumber : <a href="http://www.pesantrenvirtual.com">http://www.pesantrenvirtual.com</a></span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/azmialfalah.wordpress.com/107/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/azmialfalah.wordpress.com/107/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azmialfalah.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azmialfalah.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azmialfalah.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azmialfalah.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azmialfalah.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azmialfalah.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azmialfalah.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azmialfalah.wordpress.com/107/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azmialfalah.wordpress.com/107/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azmialfalah.wordpress.com/107/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmialfalah.wordpress.com&blog=3796422&post=107&subd=azmialfalah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azmialfalah.wordpress.com/2008/07/22/makna-imsak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2d4218d2f54f7838692331c652bb776?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfalahganteng</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kekuatan Iman</title>
		<link>http://azmialfalah.wordpress.com/2008/07/17/kekuatan-iman/</link>
		<comments>http://azmialfalah.wordpress.com/2008/07/17/kekuatan-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 09:45:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfalahganteng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Siraman Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azmialfalah.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Penulis : Abu Luthfi Ar-Rasyid
Amirul Mukminin &#8216;Umar bin Khaththab tetap ber-amar ma&#8217;ruf dan ber-nahi mungkar sekalipun dalam sekaratul mautnya. Ini merupakan suatu bab yang dibuat oleh kaum ahli sunnah dalam kitab-kitab mereka. Mereka mengatakan, &#8220;Umar ber-amar ma&#8217;ruf dan ber-nahi mungkar, sedang dia dalam sakaratul mautnya.&#8221; Amirul Mukminin Umar ditikam, karena sesungguhnya para pahlawan itu mati [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmialfalah.wordpress.com&blog=3796422&post=88&subd=azmialfalah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Penulis : Abu Luthfi Ar-Rasyid</p>
<p>Amirul Mukminin &#8216;Umar bin Khaththab tetap ber-amar ma&#8217;ruf dan ber-nahi mungkar sekalipun dalam sekaratul mautnya. Ini merupakan suatu bab yang dibuat oleh kaum ahli sunnah dalam kitab-kitab mereka. Mereka mengatakan, &#8220;Umar ber-amar ma&#8217;ruf dan ber-nahi mungkar, sedang dia dalam sakaratul mautnya.&#8221; Amirul Mukminin Umar ditikam, karena sesungguhnya para pahlawan itu mati dalam keadaan syahid. Darahnya mengalir deras bagaikan air mengalir. Akan tetapi, apa yang dikatakannya? Air matanya bercucuran dan ia mengatakan, &#8220;Aduhai, sekiranya ibuku tidak melahirkanku. Aduhai, sekiranya aku tidak mengenal kehidupan. Aduhai, sekiranya aku tidak menjabat khalifahl&#8221;</p>
<p>Beruntunglah engkau, wahai Amirul Mukminin. Demi Allah, seandainya saja hari-harimu berulang kembali.</p>
<p>Wahai Umar Al-Faruq, kiranya engkau dapat kembali<br />
karena sesungguhnya pasukan Romawi<br />
malang-melintang dengan seenaknya</p>
<p>Teman-temanmu di perbatasan<br />
telah mengikat pelana kuda-kuda mereka<br />
dan pasukanmu di markasnya bertakbir dan mengerjakan shalat</p>
<p>Seluruh dunia bernyanyi mendendangkanmu<br />
seakan-akan engkau orang yang beroleh kemenangan<br />
karena berkah Allah saat berlabuh dan melautmu</p>
<p>Darahnya mengucur dan air matanya mengalir deras, tetapi dia bertanya, &#8220;Apakah aku sudah shalat?&#8221; Karena dia ditikam pada raka&#8217;at pertama dan belum menuntaskan shalatnya. Adalah yang menjadi pikirannya saat itu, hanyalah ingin menghadap Allah dengan shalatnya. Dia tidak menanyakan istrinya, kedudukannya, rumahnya, gedungnya, kekhalifahannya, dan tidak pula kerajaannya. Akan tetapi, dia mengatakan, &#8220;Apakah aku sudah menyelesaikan shalatku?&#8221;</p>
<p>Mereka yang hadir menjawab, &#8220;Allah membantumu untuk menyelesaikan shalatmu.&#8221; Allah pun membantunya dan dia dapat menyelesaikan shalatnya. Dalam sekaratul mautnya, dia mengatakan, &#8220;Shalat! Shalat!&#8221; Takutlah kepada Allah! Janganlah sampai shalat ditinggalkan, karena tiada bagian dalam Islam bagi orang yang meninggalkan shalat. Barang siapa yang memelihara shalatnya, maka Allah akan memeliharanya; dan barang siapa yang menyia-nyiakan shalat, maka Allah akan menyia-nyiakannya.</p>
<p>Seorang pemuda datang kepada Umar saat beliau berada di menit-menit terakhir dari hidupnya, lalu pemuda itu mengucapkan salam kepadanya. Setelah pemuda itu berpaling darinya, beliau melihat kain pemuda itu turun di bawah kedua mata kakinya, lalu beliau berkata, &#8220;Hai anak saudaraku, kemarilah!&#8221; Semoga Allah meridhaimu, hai &#8216;Umar, hingga saat-saat terakhirmu engkau masih tetap ber-amar ma&#8217;ruf. Saat seseorang lupa kepada kekasihnya, istrinya, dan anaknya, engkau tetap ber-amar ma&#8217;ruf.</p>
<p>Umar berkata kepada pemuda itu, &#8220;Hai anak saudaraku, kemarilah! Naikkanlah kainmu! Naikkanlah kainmu, karena sesungguhnya sikap ini lebih memelihara ketaqwaan kepada Tuhanmu dan lebih bersih bagi kainmu.&#8221; Si anak muda itu pun berkata, &#8220;Demi Allah, semoga Allah membalas jasamu kepada Islam dengan balasan yang sebaik-baiknya.&#8221;</p>
<p>Ali berkata di hadapan jenazah &#8216;Umar yang saat itu telah dikafani dan dishalatkan, &#8220;Demi Allah, aku tidak ingin menghadap Allah dengan membawa amal seperti yang dibawa oleh siapa pun, kecuali amal seperti yang dilakukan oleh Umar. Sesungguhnya kebahagiaan Islam telah dikafankan dalam kafan Umar.&#8221; Sesungguhnya yang menjadi bukti dalam hal ini tiada lain hanyalah bahwa dia tetap ber-amar ma&#8217;ruf dan ber-nahi mungkar, sekalipun dalam detik-detik terakhir dari hidupnya.</p>
<p>Telah diriwayatkan dari Nabi SAW bahwa beliau pernah bersabda, &#8220;Barang siapa yang melihat perkara mungkar, maka hendaklah ia mencegahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya; dan jika masih tidak mampu, maka dengan kalbunya, maka hal yang terakhir ini sebagai pertanda melemahnya iman.&#8221; (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Imam Tirmidzi, dan lain-lainnya).</p>
<p>Oleh karena itu, iman seperti apa yang masih tersisa pada diri seseorang yang kegemarannya mengelilingi pasar-pasar (mal-mal), tempat-tempat rekreasi, dan pantai-pantai seraya menyaksikan pemandangan-pemandangannya, kemudian kalbunya tidak mengingkari? Demi Allah, sesungguhnya manusia merasa sakit dan menyesal yang amat sangat, sedang hatinya serasa tercabik-cabik karena kecewa melihat keadaan umat ini.</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.cybernu.net">www.cybernu.net</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/azmialfalah.wordpress.com/88/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/azmialfalah.wordpress.com/88/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azmialfalah.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azmialfalah.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azmialfalah.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azmialfalah.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azmialfalah.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azmialfalah.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azmialfalah.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azmialfalah.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azmialfalah.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azmialfalah.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmialfalah.wordpress.com&blog=3796422&post=88&subd=azmialfalah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azmialfalah.wordpress.com/2008/07/17/kekuatan-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2d4218d2f54f7838692331c652bb776?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfalahganteng</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keberkahan Hidup</title>
		<link>http://azmialfalah.wordpress.com/2008/07/17/keberkahan-hidup/</link>
		<comments>http://azmialfalah.wordpress.com/2008/07/17/keberkahan-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 09:14:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfalahganteng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Siraman Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azmialfalah.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya&#8221;. Q. 7 : 96.
Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. Karena itu kita selalu berdo&#8217;a dan meminta orang lain mendo&#8217;akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmialfalah.wordpress.com&blog=3796422&post=79&subd=azmialfalah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8220;Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya&#8221;. Q. 7 : 96.</p>
<p>Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. Karena itu kita selalu berdo&#8217;a dan meminta orang lain mendo&#8217;akan kita agar segala sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan memperoleh keberkahan dari Allah SWT. Secara harfiah, berkah berarti an-nama&#8217; waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah, ini berarti Berkah adalah kebaikan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif, maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkan itu.</p>
<p>Namun, Allah SWT tidak sembarangan memberikan keberkahan kepada manusia. Ternyata, Allah SWT hanya akan memberikan keberkahan itu kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Janji Allah untuk memberikan keberkahan kepada orang yang beriman dan bertaqwa dikemukakan dalam firma-Nya yang artinya: &#8220;Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya&#8221;. Q. 7 : 96.</p>
<p>Apabila manusia, baik secara pribadi maupun kelompok atau masyarakat memperoleh keberkahan dari Allah SWT, maka kehidupannya akan selalu berjalan dengan baik, rizki yang diperolehnya cukup bahkan melimpah, sedang ilmu dan amalnya selalu memberi manfaat yang besar dalam kehidupan. Disinilah letak pentingnya bagi kita memahami apa sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya.</p>
<p>Bentuk keberkahan</p>
<p>Secara umum, keberkahan yang diberikan Allah kepada orang-orang yang beriman bisa kita bagi kedalam tiga bentuk.</p>
<p>Pertama, berkah dalam keturunan, yakni dengan lahirnya generasi yang shaleh. Generasi yang shaleh adalah yang kuat imannya, luas ilmunya dan banyak amal shalehnya, ini merupakan sesuatu yang amat penting, apalagi terwujudnya generasi yang berkualitas memang dambaan setiap manusia. Kelangsungan Islam dan umat Islam salah satu faktornya adalah adanya topangan dari generasi yang shaleh .</p>
<p>Generasi semacam itu juga memiliki jasmani yang kuat, memiliki kemandirian termasuk dalam soal harta dan bisa menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. Keberkahan semacam ini telah diperoleh Nabi Ibrahim as dan keluarganya yang ketika usia mereka sudah begitu tua ternyata masih dikaruniai anak, bahkan tidak hanya Ismail yang shaleh, sehat dan cerdas, tapi juga Ishak dan Ya&#8217;qub.</p>
<p>Di dalam Al-Qur&#8217;an keberkahan semacam ini diceritakan oleh Allah yang artinya :&#8221;Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang kelahiran Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya&#8217;qub. Isterinya berkata: Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak, padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula? Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh. Para Malaikat itu berkata: Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (itu adalah) rahmat Allah dan keberkahan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlul bait. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah&#8221;. (QS 11: 71-73).</p>
<p>Kedua, keberkahan dalam soal makanan yakni makanan yang halal dan thayyib, hal ini karena ulama ahli tafsir, misalnya Ibnu Katsir menjelaskan bahwa keberkahan dari langit dan bumi sebagaimana yang disebutkan dalam surat Al-A&#8217;raaf : 96 di atas adalah rizki makanan. Yang dimaksud makanan yang halal adalah disamping halal jenisnya juga halal dalam mendapatkannya, sehingga bagi orang yang diberkahi Allah, dia tidak akan menghalalkan segala cara dalam memperoleh nafkah.</p>
<p>Disamping itu, makanan yang diberkahi juga adalah yang thayyib, yakni yang sehat dan bergizi sehingga makanan yang thayyib itu tidak hanya mengenyangkan tapi juga dapat menghasilkan tenaga yang kuat untuk selanjutnya dengan tenaga yang kuat itu digunakan untuk melaksanakan dan menegakkan nilai- nilai kebaikan sebagai bukti dari ketaqwaannya kepada Allah SWT, Allah berfirman yang artinya : &#8220;Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rizkikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya&#8221;. (QS 5 : 88).</p>
<p>Karena itu, agar apa yang dimakan juga membawa keberkahan yang lebih banyak lagi, meskipun sudah halal dan thayyib, makanan itu harus dimakan sewajarnya atau secukupnya, hal ini karena Allah sangat melarang manusia berlebih-lebihan dalam makan maupun minum, Allah SWT berfirman yang artinya : &#8220;Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap memasuki masjid, makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan&#8221;. (QS 7 : 31).</p>
<p>Ketiga, berkah dalam soal waktu yang cukup tersedia dan dimanfaatkannya untuk kebaikan, baik dalam bentuk mencari harta, memperluas ilmu maupun memperbanyak amal shaleh, karena itu Allah menganugerahi kepada kita waktu, baik siang maupun malam dalam jumlah yang sama, yakni 24 jam, tapi bagi orang yang diberkahi Allah maka dia bisa memanfaatkan waktu yang 24 jam itu semaksimal mungkin sehingga pencapaian sesuatu yang baik ditempuh dengan penggunaan waktu yang efisien.</p>
<p>Sudah begitu banyak manusia yang mengalami kerugian dalam hidup karena tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik, sementara salah satu karakteristik waktu adalah tidak akan bisa kembali lagi, Allah berfirman yang artinya :&#8221;Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasehat menasehati dalam kebenaran dan nasehat menasehati dalam kesabaran&#8221;. (QS 103 : 1-3).</p>
<p>Karena itu, bagi seorang muslim yang diberkahi Allah, waktu digunakan untuk bisa membuktikan pengabdiannya kepada Allah SWT, meskipun dalam berbagai bentuk usaha yang berbeda. dan penciptaan laki-laki dan perempuan. Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Adapun orang yang memberikan (harta di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah&#8221;. (QS 92 : 1-7).</p>
<p>Kunci Keberkahan</p>
<p>Dengan demikian menjadi jelas bagi kita bahwa sebagai seorang muslim, keberkahan dari Allah untuk kita merupakan sesuatu yang amat penting. Karena itu, ada kunci yang harus kita miliki dan usahakan dalam hidup ini. Sekurang-kurangnya, ada dua faktor yang menjadi kunci keberkahan itu.</p>
<p>1. Iman dan Taqwa Yang Benar</p>
<p>Di dalam ayat di atas, sudah dikemukakan bahwa Allah akan menganugerahkan keberkahan kepada hamba- hambanya yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Semakin mantap iman dan taqwa yang kita miliki, maka semakin besar keberkahan yang Allah berikan kepada kita. Karena itu menjadi keharusan kita bersama untuk terus memperkokoh iman dan taqwa kepada Allah SWT.</p>
<p>Salah satu ayat yang amat menekankan pengingkatan taqwa kepada orang yang beriman adalah firman Allah yang artinya : &#8220;Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa dan jangan sampai kamu mati kecuali dalam keadaaan berserah diri/muslim&#8221;. (QS 3 : 102). Keimanan dan ketaqwaan yang benar selalu ditunjukkan oleh seorang mu&#8217;min dalam bentuk melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya, baik dalam keadaan senang maupun susah, dalam keadaan sendiri maupun bersama orang lain. Tegasnya keimanan dan ketaqwaan itu dibuktikan dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga dan dimanapun dia berada.</p>
<p>2. Berpedoman kepada Al-Qur&#8217;an</p>
<p>Al-Qur&#8217;an merupakan sumber keberkahan sehingga apabila kita menjalankan pesan-pesan yang terkandung di dalam Al-Qur&#8217;an dan berpedoman kepadanya dalam berbagai aspek kehidupan, niscaya kita akan memperoleh keberkahan dari Allah SWT, Allah SWT berfirman yang artinya : &#8220;Dan Al-Qur&#8217;an ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah kami turunkan. Maka mengapakah kamu mengingkarinya?&#8221;. (QS 21 : 50, lihat juga QS 38 : 29, 6 : 155).</p>
<p>Karena harus kita jalankan dan pedomani dalam kehidupan ini, maka setiap kita harus mengimani kebenaran Al-Qur&#8217;an yang merupakan wahyu dari Allah SWT sehingga tidak akan kita temukan kelemahan didalamnya, selanjutnya kita membaca serta menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari, baik menyangkut aspek pribadi, keluarga, masyarakat maupun bangsa.</p>
<p>Akhirnya menjadi jelas bagi kita bahwa, keberkahan dari Allah yang kita dambakan itu, memperolehnya harus dengan berdo&#8217;a dan berusaha yang sungguh-sungguh, yakni dalam bentuk memantapkan iman dan taqwa serta selalu menjadikan Al-Qur&#8217;an sebagai pedoman dalam hidup ini.<br />
Sumber :<a href="http://www.cybernu.net">www.cybernu.net</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/azmialfalah.wordpress.com/79/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/azmialfalah.wordpress.com/79/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azmialfalah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azmialfalah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azmialfalah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azmialfalah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azmialfalah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azmialfalah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azmialfalah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azmialfalah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azmialfalah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azmialfalah.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmialfalah.wordpress.com&blog=3796422&post=79&subd=azmialfalah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azmialfalah.wordpress.com/2008/07/17/keberkahan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2d4218d2f54f7838692331c652bb776?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfalahganteng</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ada Apa Dengan Umat Islam?</title>
		<link>http://azmialfalah.wordpress.com/2008/07/16/ada-apa-dengan-umat-islam/</link>
		<comments>http://azmialfalah.wordpress.com/2008/07/16/ada-apa-dengan-umat-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 10:01:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfalahganteng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Siraman Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azmialfalah.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Seorang teman pernah bertanya, &#8220;Kenapa Islam mundur?&#8221;, sebelum kita jawab, kita akan membenarkan pertanyaannya dulu, seharusnya pertanyaan itu, &#8220;Kenapa dunia Islam mundur?&#8221;. Kalau Islam tidak pernah mundur dan jatuh, karena dia di jaga oleh Yang menurunkannya, yang bermasalah adalah orang Islamnya, kalaupun ada krisis, maka objeknya adalah muslim, bukan Islam!. Islam bukanlah agama seperti yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmialfalah.wordpress.com&blog=3796422&post=72&subd=azmialfalah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Seorang teman pernah bertanya, &#8220;Kenapa Islam mundur?&#8221;, sebelum kita jawab, kita akan membenarkan pertanyaannya dulu, seharusnya pertanyaan itu, &#8220;Kenapa dunia Islam mundur?&#8221;. Kalau Islam tidak pernah mundur dan jatuh, karena dia di jaga oleh Yang menurunkannya, yang bermasalah adalah orang Islamnya, kalaupun ada krisis, maka objeknya adalah muslim, bukan Islam!. Islam bukanlah agama seperti yang banyak dipahami oleh sebagian orang dan orientalis, &#8220;sebuah agama masa tertentu dengan expiry, sebuah kenangan dalam sejarah peradaban manusia, sebuah ajaran yang hanya tertulis dalam lembaran, bukan ajaran untuk dipakai dalam dunia nyata&#8221;.<br />
Pada dasarnya, umat Islam adalah umat Iqra&#8217;, sedemikian agungnya kalimat ini sampai Allah menyandingkan namaNya dengan kalimat ini, &#8220;Iqra&#8217; Bismirabbikalladzi Khalaq&#8221;. kalimat Iqra&#8217; bermakna Ilmu dan Peradaban (Knowledge and Civilization). Ketika umat menyadari eksistensi mereka sebagai esensi dari kalimat Iqra&#8217;, mereka bisa maju, berbuat, memproduksi, yang puncaknya fathul makkah pada abad pertama hijriah, dan kejayaan pada abad ke dua hijriah di masa Harun Al-Rasyid dan Al-Ma&#8217;mun. ketika itu mereka umat yang produktif, tampil sebagai pemeran utama di panggung sejarah sebagai ahli dalam ilmu pengetahuan, dalam segala segi, baik perkembangan Ilmu Agama dan Ilmu yang kita sebut hari ini dengan Ilmu umum.</p>
<p>Ibn El-Nafes El-Dimasqy(687h/1288m), penemu system peredaran darah kecil, seorang pakar kedokteran, pakar bahasa arab, fiqh, dan juga sejarahwan.</p>
<p>Muhammad Ibn Musa El-Damiry (808h/1405m), seorang sastrawan, peneliti, pemilik kitab Hayaatul Hayawan, beliau juga salah satu ulama dalam fiqh syafi&#8217;i.</p>
<p>Jalalluddin el-suyuti (911h/1505), al-imam al-hafidz am-muarrikh al-adib. Beliau mewariskan lebih dari 600 karya dalam semua disiplin ilmu, dari tafsir sampai kedokteran. </p>
<p>Saat itu umat ini menganggap ilmu adalah satu. Tidak membedakan antara ilmu yang satu dengan yang lain, selama itu bermanfaat itulah tujuan mereka!. Kita bisa melihat contohnya, buku &#8220;Al-Anieq Fil Manaajiniiq&#8221; (The Enchanted Canons),Karya Ibn Aranbugh Al-Zardkasy (867h/1426m), sebuah buku tentang art of war dan militer, buku yang dikarang pada masa dinasti Mamalik. Buku ini dicetak oleh Ma&#8217;had Turast Ilmy Araby, Jami&#8217;ah Aleppo , Direvisi oleh DR. Ihsan El-hindy. </p>
<p>Setelah golden period ini, umat mengalami stagnansi dalam pemikiran, ketika umat memilah-milah antara ilmu Syariah dengan ilmu Umum (cosmology), mereka mengedepankan ilmu syariah dan mengabaikan ilmu Umum, dan mulai melupakan bahwa kalimat Iqra&#8217; menuntut semua disiplin ilmu. Mereka mengatakan yang pertama<br />
Fardhu &#8216;ain dan yang kedua fardhu kifayah! Ada ulama yang mengatakan;&#8221; Fardhu kifayah lebih afdhol dari fardhu &#8216;ain, karena dengan fardhu kifayh seseorang telah menanggung beban sosial, sedangkan fardhu &#8216;ain hanya kembali pada dirinya sendiri&#8221;</p>
<p>Sebuah pernyataan yang sangat menakjubkan agar kita berlomba-lomba dalam mengerjakan fardhu kifayah,yang tentunya setelah fardhu &#8216;ain kita selesaikan.</p>
<p>Iqra&#8217; berarti ilmu dan peradaban secara komplit, dunia dan akhirat, hidup adalah agama dan agama adalah hidup!.</p>
<p>Kita mengabaikan urusan dunia dengan menyibukkan diri dengan urusan akhirat. Memang benar akhirat itu adalah hidup yang sesungguhnya, tapi hari ini kita sedang hidup di dunia, di pundak kita Risalah Agung yang harus kita pikul, untuk itu kita tidak hanya bisa dengan duduk berdoa dan berpuasa. Ilmu dunia (umum) adalah ibarat makanan, dan ilmu agama adalah ibarat obat, bagaimana kita bisa hidup normal tanpa makanan? Seseorang yang hanya makan obat, kalau overdosis bisa game! Tapi yang dituntut tubuh kita setiap hari adalah makanan, adapun obat kita gunakan ketika kita sakit. Hal ini bukan mengesampingkan atau menomor duakan ilmu agama, karena memang ilmu itu semu milik tuhan, seseorang tidak akan selama dia makan makan makanan yang baik dan halal, semua ilmu apabila diresapi akan mengarahkan kita kepada keagungan Tuhan Maha Pencipta!</p>
<p>Hari adalah hasil usaha kemarin, sedangkan besok adalah hasil dari hari ini. Hari ini musuh kita telah jauh maju meninggalkan kita, ketika mereka di depan, mereka selalu berusaha menghalangi perkembangan kita. Mereka mengaborsi benih-benih kemajuan dan perkembangan kita, namun jarang dari kita yang menyadarinya. Yang membuat kita akhirnya harus selalu erganutng pada mereka seperti sapi yang dicucut hidungnya. Pada akhir abad 20 M. Mesir telah mulai melakukan pembangunan bersama Jepang, namun Jepang sukses menjadi singa asia , Mesir gagal dan tetap menjadi sapi yang dicucut hidungnya!</p>
<p>Saat ini semua Negara Islam sedang diperangi dan dinina bobokkan oleh musuh-musuhnya agar tidak terbangun, kalaupun ada satu atau dua dari muslim yang terbangun, maka ditidurkan untuk selamanya!</p>
<p>1. Prof.DR. Hasan Kamil Shobah (1894), Ilmuwan Libanon yang hijrah ke amerika, dan bekerja di perusahaan general electric newyork, beliau menemukan lebih dari 40 penemuan ilmiah, karena itu beliau disebut Arabian Edison. Salah satu penemuan beliau adalah alat penetralan air laut. Beliau meninggal dalam kecelakaan mobil secara misterius.</p>
<p>2. Prof.DR. Musthafa Musyarrofah, salah satu dari 10 Ilmuwan Fisika abad 20 didunia dari mesir, meninggal di amerika karena diracuni tahun 1950.</p>
<p>3. Prof.DR. Samier Al-Habib, ahli atom mesir, belajar diamerika, dan meninggal disana secara misterius satu hari sebelum beliau kembali ke mesir tahun1967.</p>
<p>4. Prof.DR. Saeed Sayyid Badier, yang mendapat sebutan Egyptian Einstein, salah satu dari 10 antariksawan dunia abad 20, beliau menolak bekerja sebagai badan ahli di NASA amerika, meninggal dibunuh secara misterius sebelum kembali ke mesir tahun 1989.[4]</p>
<p>Hari ini kita Cuma mampu menghasilkan bahan material dan mengekspor kepada mereka, yang kemudian dikembalikan pada kita dengan harga 100 kali lipat!!</p>
<p>Tidak mungkin umat ini bisa bangkit kecuali dengan totalitas keilmuan dan usaha (Hard Effort and Struggle). Perlu dipahami kembali kalimat iqra&#8217; dan dilaksanakan dengan baik, sehingga umat bisa bangkit dan sembuh dari penyakit-penyakitnya.</p>
<p>Syeikh Badi&#8217; El-Zaman Saeed El-Nourusy[5] menjawab ketika beliau ditanya tentang sebab kemunduran Muslim (The Muslim Decline):<br />
1.	Kurangnya perhatian Muslimin terhadap Syariah Islamiyyah yang suci.<br />
2.	Fanatisme yang tidak pada tempatnya, baik yang dilakukan oleh ilmuwan yang bodoh atau orang bodoh yang sok ilmuwan!<br />
3.	Mengikuti perdaban eropa yang tanpa memfilter yang baik dan buruk.<br />
4.	Tingkah laku sebagian orang yang terlalu menjilat!! ( Terutama pada penguasa!)[6]</p>
<p>Dan stressing point yang terakhir kenapa kita makin hari makin melangkah ke belakang adalah kurangnya perhatian terhadap potensi dan SDM. Hal ini terlihat dari kurangnya perhatian terhadap generasi yang berpotensi, sehingga potensi untung maju dan berkembang mati karena tidak tersalurkan. Rasulullah SAW. telah mencontohkan eksploitasi beliau terhadap potensi yang dimiliki masing-masing sahabat.</p>
<p>Riwayat Hakim dalam Mustadrak;&#8221; Abu Baker umat ku yang paling lembut, umara yang paling disiplin dan keras dalam hukum Allah SWT, Ustman yang paling pemalu, Ubay ibn Ka&#8217;ab yang paling bagus bacaanya, Zaid bin Tsabit yang paling ahli dalam faroidh, Ali yang paling adil dalam memutuskan perkara, Muadz bin Jabal uamtku yang paling mengetahui halal dan haram, yang paling benar dialek bahasanya adalah Abu Dzar, orang yang paling bisa diprcaya adalah Abu Ubaidah bin Jarrah, dan cendikiawan umatkau adalah Abdullah bin Abbas.&#8221;</p>
<p>Dengan melihat potensi ini, Rasul SAW selalu tepat memberikan posisi bagi sahabat sesuai kemampuan masing-masing. Seperti saidina Zaid bin Tsabit yang terkenal cepat dalam mempelajari bahasa, maka rasulullah memakai beliau untuk mempelajari bahasa yahudi, dalam tempo setengah bulan beliau telah lancar berbicara dan menulis bahasa yahudi. Wallahu A&#8217;lam.<br />
Sumber : <a href="http://nusyria.net">http://nusyria.net</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/azmialfalah.wordpress.com/72/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/azmialfalah.wordpress.com/72/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azmialfalah.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azmialfalah.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azmialfalah.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azmialfalah.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azmialfalah.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azmialfalah.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azmialfalah.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azmialfalah.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azmialfalah.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azmialfalah.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmialfalah.wordpress.com&blog=3796422&post=72&subd=azmialfalah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azmialfalah.wordpress.com/2008/07/16/ada-apa-dengan-umat-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2d4218d2f54f7838692331c652bb776?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfalahganteng</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berhati-hati dengan “Salam”</title>
		<link>http://azmialfalah.wordpress.com/2008/07/14/berhati-hati-dengan-%e2%80%9csalam%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://azmialfalah.wordpress.com/2008/07/14/berhati-hati-dengan-%e2%80%9csalam%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 09:43:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alfalahganteng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Siraman Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azmialfalah.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin karena kesibukan, diantara kita sering menyingkat ucapan “salam” yang arti awalnya doa keselamatan justru menjadi “cacian” dan kata “jorok”. Lho bagaimana bisa?
 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Ucapan ”Assalamu’alaikum”, السلام عليكم, merupakan anjuran agama, dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan umat beragama, dengan salam dapat menjalin persaudaraan dan kasih sayang, karena orang yang mengucapkan salam berarti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmialfalah.wordpress.com&blog=3796422&post=66&subd=azmialfalah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Mungkin karena kesibukan, diantara kita sering menyingkat ucapan “salam” yang arti awalnya doa keselamatan justru menjadi “cacian” dan kata “jorok”. Lho bagaimana bisa?<br />
 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته<br />
Ucapan ”Assalamu’alaikum”, السلام عليكم, merupakan anjuran agama, dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan umat beragama, dengan salam dapat menjalin persaudaraan dan kasih sayang, karena orang yang mengucapkan salam berarti mereka saling mendo’akan agar mereka mendapat keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Kalian tak akan masuk surga sampai kalian beriman dan saling mencintai. Maukah aku tunjukkan satu amalan bila dilakukan akan membuat kalian saling mencintai? Yaitu, sebarkanlah salam di antara kalian.” [HR Muslim dari Abi Hurairah]<br />
Saya seringkali menerima sms atau e-mail dari beberapa kawan dan juga beberapa ustadz yang mengawali salamnya dengan singkatan. Singkatannya pun macam-macam. Ada yang singkat seperti &#8220;Asw&#8221; atau &#8220;Aslm&#8221;. Ada yang sedikit lebih panjang seperti ; “Ass Wr Wb” atau “Aslmwrwb” .  Namun yang  sering saya dapatkan, adalah singkatan &#8220;Ass&#8221;. Singkatan terakhir ini paling umum dan paling sering digunakan. Bagi saya, ini adalah singkatan yang tidak enak untuk dibaca, terlebih kalau mengerti artinya.<br />
Marilah kita simak singkatan ini. Dalam kamus linguistik yang saya punya, arti dari kata Ass yang berasal dari bahasa Inggris itu adalah sebagai berikut;<br />
“Ass” berarti: Pertama, kb. (animal) yang artinya keledai. Kedua, orang yang bodoh. Don&#8217;t be a silly (Janganlah sebodoh itu). Dan ketiga, Vlug (pantat).<br />
Padahal seperti kita ketahui ucapan Assalamu&#8217;alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh adalah sebuah ucapan salam sekaligus doa yang kita tujukan kepada orang lain. Ucapan salam dalam Islam sesungguhnya merupakan do’a seorang Muslim terhadap saudara Muslim yang lain. Maka, apabila kita mengucap salam dengan hanya menuliskan &#8220;Ass&#8221;, secara tidak sadar mungkin kita malah mendoakan hal yang buruk terhadap saudara kita.<br />
Kita paham, mungkin banyak orang diantara kita cukup sibuk dan ingin cepat buru-buru menulis pesan. Barangkali, singkatan itu bisa mempercepat pekerjaan. Karena itu, penulis menyarankan, jika memang keadaan sedang tidak memungkinkan untuk menulis salam lewat SMS dengan kalimat lengkap karena sedang menyetir di jalan, misalnya, solusinya cukup mudah adalah menulis pesan to the point saja. Tulislah “met pagi, met siang, met malam dan seterusnya. Ini masih lebih baik dibandingkan kita harus memaksakan diri menggunakan singkatan dari doa keselamatan Assalamu&#8217;alaikum menjadi &#8220;Ass&#8221; (pantat).<br />
Jangan sampai awalnya kita ingin menyampaikan doa keselamatan yang terjadi justeru sebaliknya, mendoakan keburukan.  Kalau boleh saya mengistilahkah, niat baik ingin berdoa, jadinya malah ucapan kotor.<br />
Ucapan salam adalah ucapan penghormatan dan doa. Apabila kita dihormati dengan suatu penghormatan maka seharusnya kita membalas dengan sebuah penghormatan pula yang lebih baik, atau minimal, balaslah dengan yang serupa. Sesungguhnya Allah akan memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan.<br />
Hasa saja, kalau kita mengganti ucapan kalimat salam arti awalnya sangat mulia, maka, yang terjadi adalah sebaliknya, salah dan bisa-bisa menjadi umpatan kotor.<br />
Karena itu, jika tidak berhati-hati, mengganggati ucapan Assalamu’alaikum (Semoga sejahtera atasmu) dengan menyingkatnya menjadi “Ass” (pantat), ini mirip dengan mengganti doa yang baik dengan mengganti dengan bahasa jalanan orang Jakarta, yang artinya kira-kira, berubah arti menjadi (maaf) “Pantat Lu!”<br />
Singkatan ala Rasulullah<br />
Meski nampak sederhana, ucapan salam sudah diatur oleh agama kita (Islam). Ucapan Assalamu alaikum السلام عليكم dalam Bahasa Arab, digunakan oleh kaum Muslim. Salam ini adalah Sunnah Nabi Muhammad SAW, intinya untuk merekatkan ukhuwah Islamiyah umat Muslim di seluruh dunia. Mengucapkan salam, hukumnya adalah sunnah. Sedangkan bagi yang mendengarnya, wajib untuk menjawabnya. Itulah agama kita.<br />
Sebelum Islam datang, orang Arab terbiasa menggunakan ungkapan-ungkapan salam yang lain, seperti Hayakallah. Artinya semoga Allah menjagamu tetap hidup. Namun ketika Islam datang, ucapan itu diganti menjadi Assalamu ‘alaikum. Artinya, semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa.<br />
Ibnu Al-Arabi didalam kitabnya Al-Ahkamul Qur’an mengatakan, bahwa salam adalah salah satu ciri-ciri Allah SWT dan berarti &#8220;Semoga Allah menjadi Pelindungmu&#8221;.<br />
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata bahwa Rasul bersabda, “Kamu tidak akan masuk surga hingga kamu beriman, dan kamu tidak beriman hingga kamu saling mencintai (karena Allah). Apakah kamu maujika aku tunjukkanpada satu perkara jika kamu kerjakan perkara itu maka kamu akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kamu!”   (HR. Muslim)<br />
Abu Umammah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: ”Orang yang lebih dekat kepada Allah SWT adalah yang lebih dahulu memberi Salam.” (Musnad Ahmad, Abu Dawud, dan At Tirmidzi)<br />
Abdullah bin Mas’ud RA meriwayatkan Bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Salam adalah salah satu Asma Allah SWT yang telah Allah turunkan ke bumi, maka tebarkanlah salam. Ketika seseorang memberi salam kepada yang lain, derajatnya ditinggikan dihadapan Allah. Jika jama’ah suatu majlis tidak menjawab ucapan salamnya maka makhluk yang lebih baik dari merekalah (yakni para malaikat) yang menjawab ucapan salam.” (Musnad Al Bazar, Al Mu’jam Al Kabir oleh At Tabrani)<br />
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang kikir yang sebenar-benarnya kikir ialah orang yang kikir dalam menyebarkan Salam.” Allah SWT berfirman didalam Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 86. Demikianlah Allah SWT memerintahkan agar seseorang membalas dengan ucapan yang setara atau yang lebih baik.<br />
Bedanya agama kita dengan agama lain, setiap Muslim ketika mengucapkan salam kepada saudaranya, dia akan diganjar dengan kebaikan (pahala).<br />
Dalam kaidah singkat menyingkat pun sudah diatur oleh Allah dan diajarkan kepada Rasulullah. Dalam suatu pertemuan bersama Rasulullah SAW, seorang sahabat datang dan melewati beliau sambil mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum”. Rasulullah SAW lalu bersabda, “Orang ini mendapat 10 pahala kebaikan,” ujar beliau.<br />
Tak lama kemudian datang lagi sahabat lain. Ia pun mengucapkan, “Assalamu‘alaikum Warahmatullah.” Kata Rasulullah SAW, “Orang ini mendapat 20 pahala kebaikan.” Kemudian lewat lagi seorang sahabat lain sambil mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum warahmatullah wa baraokatuh.” Rasulullah pun bersabda, “Ia mendapat 30 pahala kebaikan.” [HR. Ibnu Hibban dari Abi Hurairah].<br />
Nah dari tiga singkatan itu silahkanAnda pilih yang mana yang Anda inginkan tanpa harus menyingkatnya sendiri yang justru bisa menghilangkan nilai pahalanya. Tentu saja, jangan Anda lupakan, tiga singkatan itu sudah rumus dari Nabi yang dipilihkan untuk kita.<br />
Satu hal lagi yang perlu diingat adalah ketika kita menuliskan kata Assalamu&#8217;alaikum, perlu diperhatikan agar jangan sampai huruf L nya tertinggal sehingga menjadi Assaamu&#8217;alaikum.<br />
Karena apa ? Diriwayatkan bahwa dahulu ada seorang Yahudi yang memberi salam kepada Nabi dengan ucapan &#8220;Assaamu &#8216;alaika ya Muhammad&#8221; (Semoga kematian dilimpahkan kepadamu).<br />
Dan kata assaamu ini artinya kematian. Kata ini adalah plesetan dari &#8220;Assalaamu &#8216;alaikum&#8221;. Maka nabi berkata, &#8220;Kalau orang kafir mengatakan padamu assaamu &#8216;alaikum, maka jawablah dengan wa &#8216;alaikum (Dan semoga atas kalian pula).&#8221; [HR. Bukhari]<br />
Tulisan ini, mungkin nampak sederhana. Meski sederhana, dampaknya cukup besar. Boleh jadi, kita belum pernah membayangkannya selama ini. Nah, setelah ini, sebaiknya alangkah lebih baik jika memulai kembali menyempurnakan salam kepada saudara kita. Tapi andaikata memang kondisi tak memungkinkan, sebaiknya, pilihlah singkatan yang sudah dipilihkan Nabi kita Muhammad SAW tadi. Mungkin Anda agak capek sedikit tidak apa-apa, sementara sedikit capek, 30 pahala kebaikan telah kita kantongi.<br />
Sumber: <a href="http://hidayatullah.com">www.hidayatullah.com</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/azmialfalah.wordpress.com/66/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/azmialfalah.wordpress.com/66/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azmialfalah.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azmialfalah.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azmialfalah.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azmialfalah.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azmialfalah.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azmialfalah.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azmialfalah.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azmialfalah.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azmialfalah.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azmialfalah.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azmialfalah.wordpress.com&blog=3796422&post=66&subd=azmialfalah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azmialfalah.wordpress.com/2008/07/14/berhati-hati-dengan-%e2%80%9csalam%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a2d4218d2f54f7838692331c652bb776?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alfalahganteng</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>